Rabu, 27 Maret 2013

makalah bilangan kuantum


BILANGAN KUANTUM
MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Anorganik
Dosen pengampu :








Disusun oleh :
1)      Hanif Khoirun Nisa                      NIM 2119120107
2)     
Nur Ela hayati                               NIM 2119120013
3)      Euis Samrotul F                            NIM 2119120034

 
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................        i
DAFTAR ISI..........................................................................................        ii
DAFTAR TABEL..................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................       1
A.    Latar Belakang..................................................................................        1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................        2
C.     Tujuan Makalah.................................................................................        3
D.    Manfaat Makalah..............................................................................        3
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................        4
A.      Mekanika uantu Modern Sebagai Bilangan Kuantm.......................        4
1.      Bilangan kuantum utama (n)......................................................        5
2.      Bilangan kuantum azimut (l)......................................................        7
3.      Bilangan kuantum magnetik (m)................................................        9
4.      Bilangan kuantum spin (s)..........................................................        10
B.       Azas Larangan Pauli.........................................................................        12
C.       Fungsi Bilangan Kuantum................................................................        13
BAB III SIMPULAN DAN SARAN....................................................        16
A. Simpulan ............................................................................................        16
B. Saran ..................................................................................................       16
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................        17


KATA PENGANTAR
            Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk bisa menyusun makalah ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjunan kita semua yakni habibana wanabiyana Muhammad SAW Kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada tabiit tabiinnya tak lupa kepada kita semua selaku umatnya sampai akhir zaman. Amin Ya rabbal Alamin
            Akhirnya pembuatan makalah Kimia Anorganik yang berjudul “Bilangan Kuantum” ini  telah selesai dikerjakan dengan lancar meskipun masih terdapat banyak kekurangan dalam penyampaian materinya. Untuk itu, penulis berterima kasih kepada pengajar mata kuliah Kimia Anorganik atas pengarahan dan bimbingan penulisan makalah ini. Juga semua pihak yang telah membantu penulis baik moril maupun materil.
            Penulis berharap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Bilangan Kuantum yang ditinjau dari manfaatnya bagi kita semua. Memang makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Wassalam.


                                                                                    Ciamis, 10 Maret 2013

                                                                                                   Penulis


PROGRAM STUDY BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Kimia merupakan suatu mata kuliah bagi mahasiswa dan suatu mata pelajaran bagi siswa yang didalamnya terdapat banyak sekali yang dapat dipelajari baik itu berupa unsur, senyawa ataupun berupa bentuk yang lainnya yag tentu dalam penggunaanya akan sangat bermanfaat bila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi dari kimia sendiri yaitu bilangan kuantum yang akan dibahas oleh penulis.
Bilangan kuantum merupakan suatu cara untuk menentukan kedudukan suatu elektron dalam atom. Dimana dalam menentukannya tidak dilakukan secara asal-asalan, namun terdapat beberapa tahap dalam penyelesaiannya sendiri. Misalnya untuk menentukan kulit utama dalam suatu atom maka dapat dilakukan dengan penentuan bilangan kuantum dengan bilangan kuantum utama (n) dan begitu seterusnya.
Erwin Schrodinger, adalah ilmuan asal Austria yang akan memperjelas kemungkinan ditemukannya elektron melalui bilangan-bilangan kuantum dengan dicetuskannya Mekanika Kuantum. Mekanika kuantum dapat menerangkan kelamahan teori atom Bohr tentang garis-garis terpisah yang sedikit berbeda panjang gelombangnya dan memperbaiki model atom Bohr dalam hal bentuk lintasan elektron dari yang berupa lingkaran dengan jari-jari tertentu menjadi orbital dengan bentuk ruang tiga dimensi yang tertentu.
Dalam mempelajari bilangan kuantum kita akan dihadapi dengan beberapa tahap agar terciptanya suatu kesetaraan. Mempelajari bilangan kuantum akan sangat bermanfaat karena jika telah menguasai jenis-jenis bilangan kuantum maka akan dengan mudah mempelajari kajian-kajian lain misalnya dalam konfigurasi elektron, dalam sistem periodik, keperiodikan unsur dan lain sebagainya lagi karena bilangan kuantum dapat dikatakan sebagai penunjang materi-materi lainnya.
Karena penulis merasa pentingnya mempelajari bilangan kuantum, maka penulis membuat makalah ini untuk lebih memperkenalkan kepada para pembaca baik yang telah mengenal sebelumnya ataupun yang baru mengetahui setelah membaca makalah ini agar dalam mempelajarinya mendapat suatu kemudahan dan hasil yang dicapai dapat memuaskan dalam mengerjakan beberapa soal yang menyangkut mengenai bilangan kuantum.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, agar dalam penulisan memperoleh hasil yang diinginkan, maka penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah :
1)      Bagaimanakah penguraian dari mekanika kuantum modern sebagai bilangan kuantum ?
2)      Bagaimanakah bunyi dan uraian dari azas larangan Pauli?
3)      Apakah fungsi dari mempelajari bilangan kuantum?



C.      Tujuan Makalah
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1)      Untuk mengetahui penguraian dari mekanika kuantum modern sebagai bilangan kuantum
2)      Untuk mengetahui bunyi dan uraian dari azas larangan Pauli
3)      Untuk mengetahui fungsi mempelajari bilangan kuantum
D.      Manfaat Makalah
Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah :
1)      Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai penguraian dari mekanika kuantum modern sebagai bilangan kuantum
2)      Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai bunyi dan uraian dari azas larangan Pauli
3)      Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai fungsi mempelajari bilangan kuantum


BAB II
PEMBAHASAN
A.      Mekanika Kuantum Modern sebagai Bilangan Kuantum
Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford. namun, pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. oleh karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Jadi, orbit elektron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu tidak dapat diterima.
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, seorang ilmuwan dari Austria, mengemukakan teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang. teori tersebut dapat diterima para ahli hingga sekarang.
Teori mekanika kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam hal tingkat-tingkat energi atau kulit-kulit atom, tetapi berbeda dalam hal bentuk lintasan atau orbit tersebut. dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron adalah tidak pasti. hal yang dapat ditentukan mangenai keberadaan elektron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan elektron tersebut. daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital. Gambaran sederhana dari model atom Erwinschrodinger dan Wernerhesenberg seperti di bawah ini :
Gambar 1 : moel atom Erwinschrodinger
Menurut teori atom modern, electron berada dalam orbital dan setiap orbital mempunyai tingkat energi atau bentuk tertentu. Satu atau beberapa orbital yang memiliki tingkat energi sama membentuk subkulit.
Untuk menentukan tingkat energi dari electron serta menyatakan kedudukan electron pada suatu orbital digunakan bilangan kuantum. Schrodinger menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetic (m). Ketiga bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat dan sederhana yang memberi petunjuk kebolehjadian diketemukannya electron dalam atom. Sedangkan untuk menyatakan arah perputaran elektron pada sumbunya para ahli menggunakan bilangan kuantum spin (s).
1.      Bilangan kuantum utama (n)
“Bilangan kuantum utama (n) menentukan besarnya tingkat energi suatu elektron yang mencirikan ukuran orbital. Bilangan kuantum utama ini pernah diusulkan oleh Niels Bohr dan hanya disebut dengan bilangan kuantum saja” Sudarmo Unggal(2006: 6).
Bilangan kuantum utama (n) mewujudkan lintasan elektron dalam atom.  n mempunyai harga 1, 2, 3, .....  
Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n” (en kecil). Bilangan kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam bilangan bulat positif. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya.
Jenis kulit-kulit dalam konfigurasi elektron dilambagkan dengan huruf K, L, M, N dan seterusnnya. Kulit yang paling dekat dengan inti adalah kulit K dan bilangan kuantum kulit ini = 1. Kulit berikutnya adalah L yang mempunyai bilangan kuantum utama = 2 dan demikian seterusnya untuk kulit-kulit berikutnya. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan tabel di bawah ini:
Tabel 1: Hubungan jenis kulit dan nilai bilangan kuantum utama.
Jenis Kulit
Nilai (n)
K
1
L
2
M
3
N
4
\
Dari tabel di atas terlihat bahwa bilangan kuantum utama berhubungan dengan kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat digunakan untuk menentukan ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan lainnya adalah untuk dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron. Semakin dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan inti atom semakin besar, sehingga energi potensial elektron tersebut semakin besar.
n = 1 sesuai dengan kulit K
n = 2 sesuai dengan kulit L
n = 3 sesuai dengan kulit M
dan seterusnya
Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. Jumlah elektron maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli = 2n2.
Contoh: kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron
2.      Bilangan kuantum azimuth (l)
Sudarmo Unggal(2006: 6) mengatakan bahwa “Mekanika gelombang menunjukan bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun dari beberapa subkulit (sub tingkat energi) yang masing-maisng sub kulit tersebut dicirikan oleh bilangan kuantum azimut yang diberi lambang “l”. Nilai bilangan kuantum ini menentukan bentuk orbital dan besarnya momentum sudut elektron. Misalnya setiap elektron dengan harga l = 0 akan mempunyai bentuk orbital seperti bola yang berarti kebolehjadian (probabilitas) untuk menemukan elektron dari inti atom kesegala arah akan bernilai sama. 
Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit.
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1) untuk setiap n, dan menunjukan letak elektron dalam subkulit. Setiap kulit terdiri dari subkulit (jumlah subkulit tidak sama untuk setiap elektron), dan setiap subkulit dilambangkan berdasarkan pada harga bilangan kuantum azimut (l).
n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N
dan seterusnya
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus:
Subkulit yang mempunyai harga l = 0 ; diberi lambang s (s = sharp)
Subkulit yang mempunyai harga l = 1 ; diberi lambang p (p = principle)
Subkulit yang mempunyai harga l = 2 ; diberi lambang d (d = diffuse)
Subkulit yang mempunyai harga l = 3 ; diberi lambang f  (f = fundamental)
Lambang s, p, d dan f diambil dari nama spektrum yang dihasilkan oleh logam alkali dari Li sampai dengan Cs yang terdiri dari empat deret, yaitu tajam (sharp). Utama (principal), kabur (diffuse) dan dasar (fundamental). Untuk harga l selanjutnya (jika mungkin) digunakan lambang huruf berikutnya, yaitu g, h, i, dan seterusnya. Agar lebih jelas dalam pengelompokannya dibawah ini menunjukan keterkaitan jumlah kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom.
Tabel 2 : Hubungan subkulit sejenis dalam kulit yang berbeda pada atom.
Kulit
Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum azimut yang mungkin
Jenis subkulit
Jumlah subkulit
K
1
0
1s
1
L
2
0
2s
2
1
2p

M

3
0
3s

3
1
3p
2
3d


N


4
0
4s


4
1
4p
2
4d
3
4f

3.      Bilangan kuantum magnetik (m)
Bilangan kuantum magnetik (m) mewujudkan adanya satu atau beberapa tingkatan energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga (-l) sampai harga (+l).  
Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. Sehingga nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut dan bernilai dari - l hingga + l (l = nilai bilangan kuantum azimutnya). Bilangan kuantum magnetik menentuka arah orientasi dari orbital didalam ruang relatif terhadap orbital yang lain. Dengan demikian untuk setiap satu subkulit terdapat beberapa orbital yang dicirikan dengan nilai m.
Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum magnetiknya (m) = 0. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada pada subkulit s. Sub kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 1, 0, +1. Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada pada subkulit p. Subkulit d mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum magnetiknya = - 2, - 1, 0, + 1, + 2. Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital yang ada pada subkulit d dan demikian seterusnya.
Tabel 3 : Hubungan bilangan kuantum azimut dengan bilangan kuantum magnetik.
Bilangan Kuantum Azimut
Tanda
Orbital
Bilangan Kuantum
Magnetik
Gambaran
Orbital
Jumlah
Orbital
0
S
0
1
1
P
-1, 0, +1
3
2
D
-2, -1, 0, +1, +2
5
3
F
-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
7

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai magnetik (m) diantara - l sampai + l (l = bilangan kuantum azimut). Nilai bilangan kuantum magnetik suatu elektron tergantung pada letak elektron tersebut dalam orbital. Nama-nama kotak di atas sesuai dengan bilangan kuantum magnetiknya. Dan perlu diingat juga dengan mengabaikan tanda -/+ maka nilai m tidak mungkin lebih besar dari nilai l. 
4.      Bilangan kuantum spin (s)
“Bilangan kuantum spin (s) merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari pengaruh momentum sudut. Hal itu berarti bilangan kuantum spin tidak berhubungan secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain” Sudarmo Unggal(2006: 6).
Bilangan kuantum spin bukan merupakan hasil dari penyelesaian persamaan gelombang, tetapi didasarkan pada pengamatan Otto stern dan Walter Gerlach terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet, dan ternyata didapatkan dua spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Kesimpulan yang diperoleh bahwa terjadinya pemisahan garis spektrum oleh medan magnet dimungkinkan karena elektron-elektron tersebut selama mengelilingi inti berputar pada sumbunya dengan arah yang berbeda. Dapat diandaikan bumi berotasi pada sumbunya selama mengelilingi matahari. Berdasarkan hal tersebut diudulkan adanya bilngan kuantum spin untuk menandai arah putaran (spin) elektron pada sumbunya. Setiap elektron dapat brputar pada sumbunya sesuai dengan arah jarum jam atau berlawanan dengan jarum jam, maka probabilitas elektron berputar searah jarum jam adalah ½ , dan probabilitas berputar berlawanan dengan jarum jam juga mempunyai harga ½. Untuk membedakan arah putarannya maka diberi tanda negatif dan positif. Jadi, harga bilangan kuantum spin yaitu – ½ atau + ½.
Bilangan kuantum spin (s) menunjukkan arah perputaran elektron pada sumbunya.  Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masing-masing diberi harga spin +1/2 atau -1/2.
Pertanyaan:
Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari elektron 3s1 ?
Jawab:
Keempat bilangan kuantum dari kedudukan elektron 3s1 dapat dinyatakan sebagai, n= 3 ; l = 0 ; m = 0 ; s = +1/2 ; atau -1/2
Tabel 4 : Hubungan ke empat bilangan kuantum.
Kulit
N
L
M
Sub kulit
Gambaran Orbital
Jumlah Orbital
Jumlah Orbital Maksimum
Subkulit
Kulit
K
1
0
0
1s

2
2

L
2
0
0
2s
1
2

8
1
-1, 0, +1
2p
3
6

M
3
0
0
3s
1
2

18
1
-1, 0, +1
3p
3
6
2
-2, -1, 0, +1, +2
3d
5
10


N
4
0
0
4s
1
2


32
1
-1, 0, +1
4p
3
6
2
-2, -1, 0, +1, +2
4d
5
10
3
-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
4f
7
14

B.       Azas Larangan Pauli
Gambar 2 : Wolfgang Pauli (Pencetus Azas Larangan Pauli)
Dengan adanya bilangan kuantum, suatu elektron mempunyai posisi ruang yang berbeda dari yang lainnya. Pada tahun 1925, seorang Ilmuan dari Austria, Wolfgang Pauli mengemukakan teori yang dikenal dengan nama azas larangan pauli.
Menurut azas larangan pauli, dalam suatu sistem, baik atom atau molekul, tidak terdapat dua elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Hal ini berarti bahwa setiap orbital maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron.
Maka dari itu W. Pauli (1924) mengemukakan Azas Larangan Pauli “Tidak boleh ada elektron dalam satu atom yang memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama”.
C.      Fungsi Bilangan Kuantum
Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli. Selanjutnya kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu.
Berdasarkan beberapa bilangan kuantum diatas, agar dalam penerapannya dapat mudah untuk dipahami maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu:
1)      Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya.
2)      Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya.
3)      Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya.
4)      Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
a)      Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d, dan f. Sedangkan subkulit g, h, dan i belum terisi elektron.
b)      Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s; kulit ke-2 mengandung s dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan seterusnya.
Tabel 5 : Pembagian Kulit Kulit dalam Atom
Nomor Kulit
Jumlah Subkulit
Jumlah Orbital
Elektron Maksimum
Kulit ke-1 (K)
S
1 orbital
2 elektron
Kulit ke-2 (L)
s, p
4 orbital
8 elektron
Kulit ke-3 (M)
s, p, d
9 orbital
18 elektron
Kulit ke-4 (N)
s, p, d, f
16 orbital
32 elektron
Kulit ke-5 (O)
s, p, d, f, g
25 orbital
50 elektron
Kulit ke-6 (P)
s, p, d, f, g, h
36 orbital
72 elektron
Kulit ke-7 (Q)
s, p, d, f, g, h, i
49 orbital
98 elektron
Kulit ke-n
n buah subkulit
n2 orbital
2n2 elektron

Sebagai contoh konfigurasi elektron dan diagram orbital dari sulfur (S) seperti di bawah ini :
Untuk menentukan bilangan kuantum dari elektron terakhirnya kita cukup memperhatikan subkulit terluarnya yakni 3p :
Penggambaran elektron terakhir yang diberi tanda merah. Elektron tersebut terletak pada kulit 3 berarti bilangan kuantum utamanya (n) = 3. Terletak di subkulit p berarti bilangan kuantum azimutnya (l) = 1. Sedangkan untuk menentukan bilangan kuantum magnetiknya kita perlu menamai tiap-tiap orbital dalam subkulit 3p tersebut yakni angka yang berwarna hijau. Sesuai dengan diagram di atas maka nilai bilangan kuantum magnetiknya (m) = - 1. Dan karena tanda panahnya ke bawah maka bilangan kuantum spinnya (s) = - ½ .


BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A.      Simpulan
Untuk menentukan kedudukan suatu elektron dalam atom, digunakan 4 bilangan kuantum, diantaranya yaitu :
1)      Bilangan kuantum utama (n)
2)      Bilangan kuantum azimut (l)
3)      Bilangan kuantum magnetik (m)
4)      Bilangan kuantum spin (s)
Bunyi dari azas larangan Pauli yaitu ; “Tidak boleh ada elektron dalam satu atom yang memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama”.
Fungsi dari keempat bilangan kuantum dapat digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin).
B.       Saran
Sebagai bahan pembelajaran yang menjadi dasar untuk dapat mempelajari bab-bab berikutnya dalam mata kuliah Kimia, maka penulis menyarankan agar dalam mempelajari bilangan kuantum dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar dapat dipahami betul maksud dari bilangan kuantum sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
CareraHerzigovina, Rio.2013. Model Atom Mekanika Kuantum/ Modern.(Online) (http://www.rainbow-chz.info/2012/02/model-atom-mekanika-kuantum-modern.html, Diakses 12 Maret 2013)
Kita, Kimia.2000.Bilangan-Bilangan Kuantum.(Online) (http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Kimia/0225%20Kim%202-10c.htm , diakses pasa Rabu, 07 Maret 2013 )
Mraz, Jaltson.2013.Azas Larangan Pauli.(Online) (http://central-education.blogspot.com/2012/02/asas-larangan-pauli.html, diakses pada 10 Maret 2012)
Sudarmo, Unggul. 2006. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta ; Phibeta

1 komentar:

Dodi Muharomi Dodi mengatakan...

mmaaaannttaaapppp

Poskan Komentar